Beauty Talk,  Cosmetics Review (Import)

What’s Happened to ALTHEA, HERMO and STYLE KOREAN ? (Part 2)

News Update (6/10) : ALTHEA WILL COME BACK !! Yeay !!!Β 
a

Hi Beauties ! Welcome back to my blog <3
Well, thanks banget buat apresiasi kalian baik like,Β  view, maupun comment di postingan What’s Happened to ALTHEA, HERMO and STYLE KOREAN ? (Part 1). Makasih juga buat kalian yg udah nungguin Part 2 ini. Buat yang belum baca Part 1, gue saranin baca dulu yang Part 1 biar ga bingung ya πŸ™‚

So guys, ternyata gue baru bisa ngobrol sama pak Sofian minggu kemaren karena pas akhir bulan kemaren gue dinas di luar kota selama beberapa hari. So sorry banget buat kalian yang udah nungguin lama dan penasaran banget sama kelanjutan nasib beberapa platform online yang udah diblokir ini. Gue harap kalian baca sampai bawah ya. Di postingan ini gue minimalin gambar supaya kalian bisa fokus. Let’s begin.

Setelah ngobrol sekitar 1 jam sama Pak Sofian, sadly I want to inform you that it will be difficult to bring that online platform to operate again in this country. Ada beberapa masalah kompleks tentang prosedur impor yang mungkin ga semua orang tau. Masalah itu jadi faktor utama beberapa situs online tersebut diblokir dan kemungkinan besar sulit untuk beroperasi kembali. So here I’ll tell you. Hope this article will help.

Prosedur Impor di Indonesia (Offline)

Gue bakalan jelasin singkat aja ya. Meski yang kita bahas adalah tentang penjualan online, tapi pengetahuan tentang prosedur impor online juga dibutuhkan supaya kalian paham. Mungkin beberapa dari kalian yang terjun di dunia bisnis sudah paham prosedur impor offline. Karena offline, pengusaha bakal mengimpor produk dengan jumlah borongan (jumlah yang sangat besar biasanya menggunakan kontainer). Pengiriman barang dalam jumlah borongan ini pastinya harus melewati berbagai persyaratan bea cukai Indonesia yang cukup ketat. Tapi, setelah melewati berbagai persyaratan tersebut, distributor tidak perlu khawatir produknya akan di-banned karena mereka sudah memiliki surat izin dan melewati beberapa tes.

Terus apa hubungannya dengan Althea, Hermo, dkk ? Yap. Platform online tersebut belum melewati proses yang sudah ditentukan Kementerian Perdagangan tersebut.

Proses Impor yang dilakukan Platform Online

1. Tidak Melewati Pengujian BPOM

Beberapa platform online tersebut mungkin sudah memiliki Surat Keterangan Impor (SKI), tapi produk yang mereka pasarkan di website belum melalui pengujian BPOM.Β Yasss we know that setiap negara memiliki badan pengawas obat-obatan masing-masing. Seperti Amerika yang punya FDA. Kosmetik adalah produk turunan farmasi yang juga mengandung bahan kimia. Which is, produk kosmetik impor sudah seharusnya melewati pengujian BPOM sebelum beredar di masyarakat.

Meskipun mungkin produk tersebut sudah lolos uji di negara lain, tapi tetep, negara kita juga punya badan pengawas sendiri. Emang kesannya ribet, but it’s positive I thought. Pemerintah pengen memfilter produk-produk yang beredar untuk masyarakatnya.

2. Transaksi Sulit Terdeteksi

FYI guys, meski punya banyak keuntungan, e-commerce juga memiliki kelemahan yang merugikan Indonesia. Transaksi e-commerce sulit dideteksi oleh sistem. Untuk itulah sekarang belum ada sistem perpajakan untuk e-commerce.

Selain transaksi uang yang tidak terdeteksi, pengiriman barang juga sulit dideteksi. We know that, kita bakalan langsung dapat barang pesanan kita di depan rumah. Yap perusahaan platform online melakukan pengiriman barang dalam jumlah yang sedikit, ga borongan seperti proses impor offline. Pengiriman barang bahkan langsung dikirim ke end-user (kita), jadi seolah2 seperti pengiriman paket biasa (bukan komersial).

Kalau barangnya dalam bentuk liquid, mungkin masih bisa dideteksi oleh bea cukai. Tapi kalau sudah berbentuk padatan, bakalan sulit dideteksi. Jadi yang sampai sekarang barang pesanannya masih nyangkut di bea cukai. Sabar aja ya.. We can’t do anything.

Lalu Kenapa Bisa Diblokir ?

Dari dua penjelasan di atas, kita tahu bahwa platform online tidak melakukan prosedur impor dengan semestinya karena semua transaksi dilakukan online sehingga tidak terdeteksi oleh sistem. BPOM juga ga bakalan tau kalo ada produk asing masuk ke Indonesia karena pengirimannya dalam bentuk paket kecil (tidak borongan) dan produk hanya dipromosikan dalam bentuk “foto” di website atau media sosial.

Kalau sulit terdeteksi, kok akhirnya BPOM dkk tahu ? Jadi, mereka tahu karena ada laporan dari salah satu konsumen platform online atau masyarakat lain. Mungkin terjadi sesuatu di kulit nya atau bagaimana. Setelah adanya laporan itu, BPOM lalu melakukan pengujian di lab. Jika memang mengandung bahan berbahaya, maka situs website yang memasarkan produk tersebut harus diblokir agar produk tidak lagi beredar di masyarakat. Gue ga bisa menyebutkan produk apa, zat berbahaya apa dan siapa yang melaporkan ke BPOM.

Beauties, kalau kita telusuri, beberapa platform online juga memasarkan beberapa produk luar negeri yang memang jarang kita dengar. Untuk produk Korea, merk seperti Laneige, Etude House, Nature Republic, The Saem, The Faceshop, Skin Food dkk mungkin sering kita dengar. Bahkan beberapa store mereka sudah ada di mall-mall Indonesia. It means, merk tersebut udah diuji oleh BPOM. Karena produk yang dipasarkan di toko offline, harus lulus BPOM.

Tapi bagaimana untuk produk-produk yang store offline-nya belum ada di Indonesia ? Apa kita bisa ngejamin bahwa ingredientsnya tidak mengandung zat berbahaya ? Di platform online, kalian bakal nemuin banyaaaaak banget produk asing yang store nya belum ada di Indonesia. Sebut aja merk Milky Dress, Chica Y Chico, Son & Park, dll (kebetulan gue juga pakai produk tersebut dan ga ada masalah Alhamdulillah). Tapi Beauties, produk tersebut belum lulus BPOM.

PicsArt_09-21-11.38.48_mh1506012264756

Gambar sebelah kiri (warna hijau) adalah Celebon Collagen Essence Mask Green Tea. Sedangkan gambar sebelah kanan (warna pink) adalah Hello Skin Mask. Dua-duanya made in Korea. Bedanya, masker Celebon gue beli di Guardian (offline store) dan Hello Skin gue beli di Althea (online).

Coba perhatikan, masker Celebon punya keterangan berbahasa Indonesia dan ada nomor BPOM-nya. Sedangkan masker Hello Skin full menggunakan bahasa Korea. Hanya ingredientsnya aja yang berbahasa Inggris. Masker Hello Skin juga ga punya nomor BPOM, Beauties.Β It means, barang-barang yang dipasarin di Guardian udah lolos BPOM.

So, yeah. Jadi gue ga cuma dengerin Pak Sofian ngomong aja loh. Gue juga buktiin sendiri dengan ngecek beberapa masker di lemari gue. (biasanya asal beli, dan ga pernah ngecek sedetail ini hhe)

Setelah adanya info ini, gue jadi lebih selektif milih produk Korea yang gue pake. Gue sekarang lebih cenderung membeli produk yang merk nya sudah punya store offline resmi di Indonesia.

Terus Gimana Kelanjutannya ?

Sadly Beauties, situs website yang sudah diblokir ga bakal bisa dibuka dan dioperasikan lagi. Si perusahaan mungkin akan melakukan cara lain untuk mempertahankan transaksi, seperti dengan menggunakan media sosial (Facebook, Instagram, etc), aplikasi Playstore, atau bahkan membuat situs website dengan alamat atau domain lain. Tapi ada juga yang give up dengan tidak beroperasi lagi di Indonesia (udah gue ceritain di Part 1).

FYI, yang bisa diblokir hanya “website”, ya Beauties. Jadi wajar kalau sekarang masih ada yang bisa melakukan transaksi. But wait, pemerintah juga sudah mengantisipasi ini dengan memperketat bea cukai. So that’s why sekarang banyak yang pesenannya ke-delay dan nyangkut di bea cukai. (banyak yang komen kaya gitu di postingan Part 1).

So What I do as K-Beauty Enthusiast ?

Mencampur Skin Care Korea dengan Indonesia

Disclaimer : This is what I do as Korean Beauty enthusiast. Setiap orang punya pilihan masing-masing ya Beauties πŸ™‚

Gue tetep menerapkan skin care step Korea, tapi brand nya gue campur. Ada yang merk lokal, ada yang merk Korea. Sebelumnya gue full pake merk Korea. Tapi berhubung sekarang platform online yang menyediakan banyak diskon lagi bermasalah, gue kurang-kurangin deh tuh belanja skin care Korea wkwk. Mau belanja di store resmi, harganya bisa lebih tinggi 30 persen-an. Kan lumayan tuh buat nraktir nasi uduk temen-temen gue wkwkkw.

Sebenernya bisa aja sih belanja di Instagram. Kan banyak juga tuh olshop yang ngejual. Ya gue emang sekarang beli ke mereka. Tapi gue batasin jumlahnya karena ga mungkin mereka ngasih diskon segede platform online yang sekelas Althea , Hermo, dkk. Bisa bangkrut kan kalo beli kebanyakan haha.

So, this is it Beauties. Sebenernya gue ngobrol banyak juga sih sama Pak Sofian. Bukan cuma tentang masalah ini aja. Tapi juga tentang industri kosmetik tanah air. Next time gue bakal bikin postingan tentang itu. Tungguin aja hhi :p

Hope this article will help.Β Thanks for reading ! Feel free to comment and share your thought <3

Love,

PicsArt_07-28-02.19.08

 

 

 

 

15 Comments

    • devita11

      Kalau aku pribadi lebih suka belanja lewat shopee karena gratis ongkir hehe. Untuk memastikan barang asli atau ngga, kita harus sesuaikan dengan harga asli di korea sana. Kalau ga beda jauh biasanya asli. Jangan lupa rajin2 baca ulasan pembeli sebelumnya. Rating di e-commerce juga sulit di manipulasi. Jadi saranku belanja di e commerce aja. Kalau di instagram atau facebook kan bisa dibuat-buat tuh. tapi kalo di ecommerce, pengulas harus terverifikasi sebagai pembeli lebih dahulu sehingga menurutku lebih aman πŸ™‚ semoga membantu ^^

    • devita11

      Kalau aku pribadi lebih suka belanja lewat shopee karena gratis ongkir hehe. Untuk memastikan barang asli atau ngga, kita harus sesuaikan dengan harga asli di korea sana. Kalau ga beda jauh biasanya asli. Rating di e-commerce juga sulit di manipulasi. Jadi saranku belanja di e commerce aja. Semoga membantu πŸ™‚

  • devita11

    iya aku baru tau juga hehe. abisnya aku ga pernah pake koreabuys soalnya ongkirnya mahal wkwk. kalo interface, menurutku yg baru malah lebih gampang sih barusan aku cek hehe :p

  • devita11

    kalo 36k maksutku ga masuk akal wkwk. soalnya grosir aja paling ngga harganya 48k dulu pas beli di Althea. kalo 250k juga kemahalan. rata2 kalo penjual tangan kedua harganya 80-100k. kalo penjual tangan pertama sekitar 70k. althea dulu jual 48k soalnya emang dasarnya althea itu perusahaan korea jadi lebih murah hehe. aku sih ga pernah pake nature republic ya soalnya ya takut dapet yg fake . jadi aku pake yg tersedia di Guardian store spt Jeju Aloe Vera atau Celebon ALoe Vera. Review Jeju Aloe Vera bisa dicek di sini https://devlaboratory.wordpress.com/2017/02/06/review-jeju-fresh-aloe-soothing-gel/
    .
    semoga membantu πŸ™‚

  • nrwhd

    Ka mau nanya dong, kakak kalau belanja di shoppe nama tokonya apa aja ya? Abisnya ada yang bilang walaupun harganya ga jauh2 beda sama yang asli, masih ada yang palsu πŸ™

    • devita11

      iya emang masih ada aja yang palsu. mangkanya aku jarang beli produk yang banyak dipalsu spt nature republic, laneige, nyx, dll hehe. Untuk produk Korea aku biasa beli di Cheapetude sama Love Etude House πŸ™‚ mereka udah openstore di shopee kok ^^

  • Cynthia Dewi

    Kalo tinggalnya di kota besar kayak jakarta atau surabaya sih enak.. tinggal ke mall bisa dapet produk2 korea.. kalo tinggalnya di kota kecil kayak aku gini repotnya kerasa.. mau beli skin care korea mau cari dimana.. dimall nggak ada.. beli di online shop takut palsu.. ada olshop yg trusted nggak? Info dong…

  • Khairunnisa Susilo

    Hi kak terimakasih banyak informasinya. Aku sempet kecewa berat waktu Althea pergi padahal udah jatuh hati banget sama Althea ehh ditinggal pas lagi sayang sayangnya hahaa. Btw untuk beli beberapa kosmetik korea yg asli sekarang udah bisa di shopee. Untuk akun asli atau shopee mall itu udah ada missha, laneige, neogen, dan innisfree. Mereka toko resmi dari brand brand tersebut. Buat yg mau beli kosmetik yg asli juga bisa di toko starseller shopee “koreannoona” aku langganan di situ untuk beli sheet mask hehe tapi banyak kok toko yg menjual barang asli juga tapi kalo bisa yg tokonya starseller yaa itu berarti tokonya sudah terverifikasi keberadaannya.

    • Devita Min

      Hi. E-commerce seperti apa yang kakak maksud ? Kalau yang kakak maksud adalah lazada, shopee, dll. Setau saya, lazada shopee dll berperan hanya sebagai jembatan, bukan pelaku langsung dan mereka sudah memenuhi persyaratan yang disebutkan beacukai. *Jangan lupa mampir di blog baru aku ya -> http://www.devlabeauty.com

  • Anna Karina

    Padahal baru beli sekali di althea dan mau beli lagi karena harganya murah tapi pas beli terakhir aja udah ditahan” sama bea cukai. sedih banget

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: