Thoughts

Punya Mimpi itu Ga Gampang !

Quotes tentang mimpi itu banyak. Banyak banget. Setiap orang yang sukses, ketika diwawancara oleh media, pasti bakal menyinggung yang namanya “mimpi”. Itu karena mereka berhasil mewujudkannya. Karena mimpi tersebut berhasil, maka mereka secara tidak langsung akan mensugesti orang-orang di sekitarnya juga turut memiliki mimpi.

Tapi tau ga sih kalian kalo ga semua orang bisa gampang dapetin mimpi ? Bahkan membayangkan keinginan terbesar semasa hidup pun susahnya minta ampun. Mimpi itu ga asal-asalan. Mimpi adalah sesuatu yang harus dikejar dan dipertanggungjawabkan. Kepada siapa ? Kepada diri sendiri. Mimpi menjadi dokter, mimpi jadi miliarder, mimpi keliling dunia, semua orang punya mimpi masing-masing, yang diciptakan oleh dirinya sendiri, bukan orang lain.

Menurut aku, mencari mimpi bahkan lebih sulit dari mencari pasangan. Kalo dari film, drama, atau ftv, nabrak cowok di jalan aja bisa bikin kita jatuh cinta pada pandangan pertama. Kalo mimpi ? No.

Sebagian orang mungkin mudah menemukan mimpi mereka. Tapi ga semua orang bisa. Aku pribadi, butuh waktu bertahun-tahun untuk menemukan sebuah mimpi. Butuh melewati berbagai macam pekerjaan dan pengalaman untuk menemukan mimpi yang bener-bener fit in my soul. Ga jarang tiap malam aku nangis karena kebingungan sama yang namanya “mimpi”.

Di beberapa negara, bahkan negara maju, beberapa orang frustasi karena tidak memiliki tujuan hidup. Bahkan orang yang sudah sukses pun bisa depresi karena kesuksesan yang ia dapatkan ternyata bukan menjadi mimpi utamanya.

Di drama Korea berjudul Reply 1998, ada scene di mana si pemeran utama mengalami depresi karena tidak memiliki mimpi dan keinginan dalam hidup. Dia hanya mengikuti arus. Dan ternyata itu bukan hanya sebuah cerita drama. Aku pun mengakuinya, karena aku juga sempat mengalami depresi ketika memikirkan “mimpi”. Depresi yang berkepanjangan dan menyakitkan.

Beberapa hari yang lalu, tepatnya di malam tahun baru, Suga BTS mengucapkan salam dan pesan Tahun Baru kepada penggemarnya melalui Bangtan Bomb. Dan aku sempet pengen nangis denger pesannya. Dia berbicara tentang mimpi.

1

2

“Buat kalian yang tidak/belum memiliki mimpi, gapapa. Gapapa kalau kamu belum punya. Kamu hanya perlu bahagia.”

His quotes really hit me karena aku juga pernah merasakan depresi saat mencari mimpi. Bahkan sampai sekarang kadang aku masih sering sedih dan depresi ketika memikirkan tentang “mimpi” meski aku sudah menentukan pilihan.

Aku percaya Suga ngomong kaya gitu berdasarkan pengalaman hidupnya. Dia adalah seseorang yang berhasil mewujudkan salah satu mimpinya yaitu menjadi musisi. Melihat perjuangan hidupnya yang sampai menahan lapar dan tidur di kamar mandi ketika berjuang menjadi musisi, aku yakin dia adalah orang yang sangat berkomitmen dengan mimpinya. He’s really my role model.

Meski Suga sudah sukses, dia tetap menghargai orang-orang yang masih berada di tahap “kebingungan mencari mimpi.” That’s why aku amat sangat respect sama Suga. Mungkin sebelumnya dia pernah mengalami fase tersebut. Atau mungkin dia mengambil pelajaran dari kisah kakaknya. Dia pernah bercerita bahwa kakaknya sebenarnya orang yang belum memiliki mimpi (saat itu). Suga juga membuatkan lagu khusus untuk orang-orang seperti itu lewat lagu So Far Away. Sebelumnya, lagu tentang seseorang yang tidak memiliki mimpi juga ada di album BTS yang pertama, 2 COOL 4 SKOOL dengan judul No More Dream.

Setelah Suga menyampaikan pesan tentang mimpi tersebut, seorang fans menanggapi pernyataan Suga di situs Pann. Dia menulis tentang bagaimana mendengarkan kata-kata Suga pada tahun baru 2018 di Bangtan Bomb yang membantunya dan mengucapkan terima kasih kepada Suga karena mengubah pola pikirnya.

Keluargaku terdiri dari kakak laki-laki, kakak perempuan, aku, ayah, dan ibu. Kakak laki-lakiku kuliah di Seoul National University (SNU adalah salah satu kampus prestisius di Korea) dan kakak perempuanku adalah seorang CEO, dia menerima kesuksesan di usia muda. Mereka berdua memiliki mimpi sehingga mereka dapat meraih kesuksesan mereka. Tetapi aku benar-benar tidak memiliki sesuatu yang ingin aku lakukan. Aku tidak pernah mempunyai mimpi sebelumnya. Ayah dan Ibu berkata bahwa aku bukanlah seorang anak biasa, lalu mereka meminta aku untuk menemukan sesuatu yang ingin aku lakukan dan mengirimku ke les balet, menari, menyanyi, menggambar, olahraga, dan lainnya, banyak akademi yang aku ikuti.

Aku berganti ke berbagai akademi dengan subjek yang sama setiap 2 minggu jadi aku banyak menghabiskan uang. Dari kata-kata orang lain, “Kamu benar-benar ‘spine breaker’ (Di Korea, ‘spine breaker’ artinya menghancurkan tulang belakang orang tua atau tidak taat kepada orang tua). “Jika tidak ada yang ingin kamu lakukan, kamu tidak perlu melakukannya, membuang-buang uang ke akademi”. Aku sudah mendengar kalimat itu berkali-kali. Seperti saat liburan, aku pulang ke rumah dan dibandingkan-bandingkan. Aku merasa tidak nyaman saat pulang ke rumah di kala liburan. Aku kira aku tidak akan bahagia jika aku masih belum mempunyai tujuan dan mimpi hingga sekarang. Ini berat dan aku kira aku akan gila. Aku juga berpikir kalau aku bukanlah orang yang beruntung. Aku ingin bunuh diri, tetapi aku tidak dapat melakukannya karena aku begitu takut.

So pelajaran yang bisa diambil adalah, meski suatu saat kita sudah berhasil mencapai mimpi kita, kita seharusnya jangan merendahkan orang-orang yang tidak/belum memiliki mimpi. Mimpi adalah tujuan hidup yang sangat sulit didapatkan. Kita harus menghargai mereka. Setiap orang memiliki waktu masing-masing dalam memperoleh mimpinya. Terus support mereka, karena orang-orang seperti itu rawan mengalami depresi dan low motivation. Kita pun tidak akan pernah paham apa yang sebenarnya mereka rasakan. Terus support agar mereka merasa happy. Itu yang terpenting.

Kondisi seperti ini digambarkan dengan sangat apik di scene drama Reply 1988. Ketika Doek Sun tidak memiliki mimpi saat lulus SMA dan tidak tahu mau ke mana, sang Ayah justru menenangkannya. Meski sang Ayah tahu bahwa mimpi itu penting, tapi dia paham bahwa anaknya sedang di fase kebingungan. “Tidak masalah meski kamu belum tahu cita-citamu. Kamu akan menemukannya perlahan. Yang penting kamu bahagia dan sehat selalu. Aku akan selalu mendukungmu,” kata sang Ayah.

Thanks for reading ! Feel free to comment and share your thought <3

SEE YOU ON MY NEXT POST ❣️

devlabeauty.com

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: