My Diary & Experiences

MY 6 MONTHS STORY AFTER GRADUATION

Ah akhirnya aku menulis lagi. Menulis tentang kehidupan diri yang ternyata berubah drastis. Enam bulan telah terhitung setelah aku tidak lagi menyandang status sebagai mahasiswa.

Saat itu, hingga waktu aku menulis sekarang, aku melewati rutinitas yang BERMACAM-MACAM meski secara tertulis aku hanya bekerja sebagai seorang DRAFTER. Yap, selama 6 bulan ini aku telah mencoba untuk membelokkan perjalanan hidup ke berbagai arah dengan melakukan berbagai hal baru.

Menjadi pebisnis. Menjadi blogger. Menjadi engineer. Melanjutkan studi S2 di Korea Selatan. Menjadi wartawan. Mempunyai akun Youtube dan Instagram yang bermanfaat untuk orang lain. 

picsart_02-21-12-40-31

Wah, rasanya aku ingin menangis ketika mengingat bahwa selama 6 bulan ini aku sudah mencoba keseluruhannya. Mencoba membelokkan kehidupan dari hanya menjadi seorang drafter.

Menjadi Pebisnis. Tidak semudah yang dikira. Bahkan dengan pengalamanku dari SMA. Tidak akan bisa sesukses Jack Ma jika aku tidak memotong waktu tidurku. Mencoba mencari partner baru setelah partner sebelumnya kandas di tengah jalan. Allah memberi jalan. Aku bahkan lupa bagaimana aku bisa menemukan partner baruku hingga lahirlah Puspa Hijab. Desain logo, packaging hingga label selesai dengan begitu cepatnya. Follower Instagram bahkan mencapai 1000 lebih dalam waktu yang singkat. Kita memang bekerja keras saat itu. Berjalan di bawah terik matahari bahkan rela kita lakukan demi mencari jenis kain yang pas. Jalanan berpolusi yang biasanya selalu aku hindari pun aku lewati dengan senyuman yang merekah. Dengan semangat yang mengalir di sekujur tubuh. Sebulan , dua bulan, tiga bulan. Mungkin semangat kita mulai naik turun. Labil seperti spektrum musik R&B. Tapi kita masih bertahan dan terus berharap kesuksesan. Kadang dengan semangat yang berlebihan. Kadang hampir putus asa. Ah tapi aku bersyukur kita masih bertahan hingga saat ini 🙂

Menjadi Blogger. Ingin memiliki passive income adalah tujuan awalku menjadi seorang blogger. Sedikit lucu ketika mengingat bahwa aku bahkan memiliki 3 alamat website wordpress dalam 1 akun email. Tak cukup, aku bahkan membuat akun tumblr (saat ini sudah dihapus). Aku mencoba semuanya hingga akhirnya saat ini hanya 1 alamat blog yang aku kelola, yaitu devlaboratory.wordpress.com. Menjadi blogger sangat mudah ! Itulah hal pertama yang aku pikirkan. Dan saat memulainya, semuanya adalah omong kosong. Menjadi blogger bahkan lebih sulit daripada hanya menjadi reporter atau wartawan. Kita harus belajar internet marketing, SEO, desain hingga membuat konten yang menarik dan bermanfaat. Secara tidak langsung, ilmu bisnis juga diperlukan. Tapi justru itulah hal menantangnya. Dan aku menikmatinya ^^. Semoga aku bisa memiliki domain dan hosting sendiri secepatnya 🙂

Menjadi Engineer tentunya adalah cita-cita awalku semenjak aku masuk kuliah. Menjadi bagian dari perusahaan eksplorasi migas asing adalah salah satu bayanganku ketika lulus dari Jurusan Teknik Kelautan ITS. Yah, tapi bukannya manusia hanya bisa berencana ? Siapa yang tahu, jika dalam perjalananku menempuh studi, Amerika menemukan shell gas yang bisa membuat harga migas anjlok drastis ? Terombang-ambingnya harga migas bahkan mempengaruhi kestabilan perusahaan-perusahaan asing di Indonesia. Belum lagi berbagai kebijakan baru setelah pergantian Presiden. Dunia perkapalan dan teknik kelautan Indonesia belum secerah Singapore atau Inggris.

Mendapat kesempatan untuk menjadi seorang engineer di perusahaan marine service memang pengalaman yang tidak terlupakan. Sangat sulit untuk bisa menjadi engineer. TERUTAMA WANITA. Bukan karena tidak bisa. Tapi lingkungan yang memang tidak mendukung. Siapa yang betah setiap hari harus bertemu dengan laki-laki ? Siapa yang betah jika setiap hari kamu ga bisa mengajak temanmu jalan-jalan, cerita tentang diskon di mall, dll ? Siapa yang betah jika setiap berjalan, selalu saja menjadi pusat perhatian seperti alien? 6 bulan mungkin waktu yang cukup untukku merasakan dunia seperti itu. Ah, tapi aku akan merindukan mereka (rekan kerja sedivisi) yang menemaniku selama 6 bulan.

Melanjutkan Studi Master di Korea Selatan. Impian. Tujuan. Yah karena keinginan terbesarku adalah menjadi seorang dosen. Bahkan setiap hari aku mempersiapkan diri untuk mewujudkannya. Belajar Bahasa Inggris, Bahasa Korea, searching universitas, cari tahu tentang Korea, mengikuti mentoring Bidik Mimpi Indonesia, datang ke pameran edukasi, dan masih banyak lagi. Ah.. lelah. Tapi impian itulah yang sampai saat ini terus bertahan hingga aku tidak pernah mau melewati hari tanpa melakukan persiapan untuk bisa melanjutkan studi ke Korea.

Sayangnya, keinginan ini masih tertunda hingga saat ini. Awalnya, aku berencana untuk langsung mendaftar beasiswa LPDP dan Korean Goverment Scholarship Program (KGSP) ke Korea Selatan. Namun karena saat aku lulus (bulan September) beasiswa KGSP belum membuka pendaftaran, maka akupun memutuskan untuk mendaftar beasiswa LPDP. Tapi ternyata Allah menghendaki hal lain karena beberapa alasan.

Alasan pertama, BAHASA. Aku terpaksa menunda rencanaku karena aku mengetahui hidup di Korea Selatan hanya bermodal Bahasa Inggris tidaklah cukup. Ya, meski kita tahu Korea Selatan sudah go international, tapi kodratnya Korsel adalah bagian dari benua Asia yang juga menjunjung tinggi budaya asli, termasuk bahasa. FYI, bahasa kedua Korsel bukan bahasa Inggris, melainkan bahasa Mandarin. Aku juga pernah menulisnya di 8 ALASAN KAMU TIDAK PERLU DATANG KE KOREA. Hal inilah yang menjadi pertimbanganku untuk menunda rencanaku. I have to learn KOREAN first ! Meski tidak harus lancar, setidaknya aku bisa berkomunikasi dengan masyarakat Korsel dan bisa menjadi bekalku nanti jika memang nantinya di sana aku harus mengambil pekerjaan paruh waktu semasa kuliah.

Alasan kedua, finansial. Intinya, tidak ada beasiswa yang GRATIS DI AWAL ! Semua pendaftaran beasiswa pasti membutuhkan biaya besar apalagi untuk kuliah di luar negeri. Banyak sekali berkas-berkas yang harus diurus seperti passport, translate dokumen, tes kesehatan dan TBC, tes kemampuan bahasa, dll. Semuanya membutuhkan dana yang tidak sedikit. Istilahnya dalam bahasa Jawa, NALANGI DISEK. Heheheheh ^.^

So, that’s why. Aku akhirnya memutuskan untuk mengumpulkan uang terlebih dahulu agar persiapanku benar-benar matang. Semoga bisa segera terwujud sebelum 2 tahun ke depan. (Syarat pendaftaran maksimal beasiswa LPDP Afirmasi adalah 3 tahun setelah kelulusan. Hal ini karena LPDP Afirmasi adalah jalur khusus bagi alumni Bidik Misi yang lulus Cumlaude).

Menjadi Wartawan. Haha. Aku bahkan tidak pernah melirik profesi ini sedikitpun di tahun pertama aku kuliah. Lalu semenjak bergabung di ITS Online (lembaga semiprofesional kampus yang bertanggung jawab tentang konten berita di website ITS), aku menikmati profesi sebagai wartawan. Entah kenapa, menjadi wartawan akan membuatmu merasa bodoh setiap hari. Sehingga tanpa terasa, kamu semakin banyak menyerap ilmu yang beraneka ragam.

Setelah 6 bulan lulus, aku akhirnya diterima di salah satu media terbesar di Indonesia, JAWA POS. Awalnya aku ragu. Meski aku sangat menikmati profesi menjadi seorang wartawan, tapi ini adalah profesi yang tidak sesuai dengan tujuanku yang ingin menjadi dosen. But finally, aku memutuskan untuk menerimanya. Karena menurutku, dosen yang hebat adalah dosen yang mampu belajar banyak hal sehingga bisa menjadi inspirasi bagi para mahasiswanya. Ceilehhhh. Ahh ga sabar ingin segera memulai pengalaman menyenangkan lagi ketika menjadi wartawan ^^

Mempunyai akun Youtube dan Instagram yang bermanfaat untuk orang lain. Lagi-lagi motivasi utama menggeluti bidang sosial media adalah passive income. Kok duit melulu? Iya dong. Tujuan utama hidupku adalah memberi sebanyak-banyaknya. Dan untuk memberi sesuatu, kita juga harus punya sesuatu kan ? Jadi otakku tidak akan pernah berhenti berpikir dan bekerja untuk mendapatkan penghasilan yang lebih banyak. Itulah kenapa aku mencoba berbagai macam hal, termasuk mengelola 1 akun Youtube dan 2 akun Instagram sekaligus. Lalu kenapa harus pekerjaan ini ? Ini bukan pekerjaan yang mudah. Ya aku tahu ini bukan pekerjaan yang mudah, tapi aku bertekad untuk terus mengembangkannya. Tak apa lambat, yang penting berkelanjutan. Poin penting dari pekerjaan ini sebenarnya bukan hanya passive income saja. Helping a lot of people !! Memberi itu bukan hanya berbentuk materiil kan ? !

Akun Instagram yang aku kelola adalah @puspa.hijabstore dan @speak.korean. Kalau @puspa.hijabstore sudah jelas untuk berbisnis. Lalu @speak.korean ? Untuk apa ? Untuk berbagi apa yang telah aku pelajari. Sekaligus melatih bagaimana menjadi seorang “guru” secara online. Membantu meningkatkan kemampuanku berbahasa Korea, sekaligus mencerdaskan orang yang belum tahu dan tertarik untuk belajar bahasa Korea juga. Simple. Jika akun ini sudah berkembang, pasti akan ada aliran bisnis yang mengikuti seperti paid promote. Tapi yah itu hanya bonus. Atau anggap saja sebagai gaji wkwkwk.

speak-korean
Akun Instagram Speak Korean

Beruntungnya, aku bisa mendapat nama @speak.korean karena memang belum pernah ada yang memakai. Padahal speak + korean adalah kata kunci yang sering dicari di search engine. So lucky ! Selesai mendapatkan nama akun, akupun mulai mendesain kontennya, mulai dari infografis hingga pembuatan video singkat. Surprisingly, I got a lot of lessons from gaining this account. Aku menjadi ahli menggunakan beberapa software grafis, audio dan audiovisual seperti :

  • PicsArt
  • Photoshop
  • Photoscape
  • Meitu
  • Viva Video
  • Movie Maker
  • Audacity

Selanjutnya akun Youtube. Karena aku suka bernyanyi lagu Korea, aku akan menggunakan akun Youtube ini untuk melatih kemampuanku merubah lirik bahasa Korea menjadi lirik Bahasa Inggris yang lebih mudah dinyanyikan. Well, aku terinspirasi oleh Silv3rT3ar Youtube Channel milik Elise, seorang gadis berdarah campuran Amerika dan Taiwan. Dia adalah salah satu fans EXO dan BTS (me too !!). Dia sangat pintar membuat lirik berbahasa Inggris sehingga memudahkan orang yang tidak terbiasa berbahasa Korea untuk menyanyikan lagu-lagu K-Pop.

Untuk saat ini, aku belum pernah menghasilkan lirik apapun dan hanya meng-cover lagu K-pop dengan menggunakan lirik bahasa Inggris buatan Elise. Hasilnya? Lagunya menjadi lebih enak dinyanyikan karena memang lirik bahasa Inggris lebih familiar di kalangan masyarakat internasional. Contohnya adalah RAIN by Taeyeon – (Easy) English Lyrics.

Jadi lengkaplah sudah. Jika akun @speak.korean aku gunakan untuk belajar dan mengajar, akun Youtube milikku akan aku manfaatkan di bidang entertainment yang sesuai dengan hobiku hehehe ^^

So WOW ! There are a lot of things I’ve been made and done to make my life a bit more complete <3 Hopefully I can make a progress story of my life 6 months later ^^

Thanks for reading 🙂

SEE YOU ON MY NEXT POST

LOVE,

DEVITA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: