My Diary & Experiences

Mewujudkanmu

Ternyata, mewujudkanmu tidak seperti apa yang aku sangka selama ini. Tidak semudah apa yang aku pikirkan. Bahkan, dengan usahaku yang demikian, sampai saat ini kamu belum bisa aku wujudkan. Harus jatuh berdebam, harus tertolak, harus kembali menata hati yang berantakan.

Perasaan yang tak terdefinisi. Harus memahami ulang definisi tentang kamu. Bahwa, kamu ternyata tidak bermakna kamu yang selama ini aku pahami.

Ada banyak kemungkinan tentang siapa kamu bagi Tuhan. Sesuatu yang dirahasiakan, dan tidak pernah aku mendapat bocoran.

Mewujudkanmu ternyata benar-benar menguras perasaan. Perjalanan ke sana membuatku harus patah berkali-kali. Harus membangun kembali, apa sesuatu yang baru. Harus mengenali kembali definisi-definisi baru dalam hidup ini.

Kamu..

Menunggu..

Yang terbaik..

dan banyak kata-kata lain yang seolah-olah berubah makna setiap kali aku menemui peristiwa.

Mewujudkanmu kali ini menjadi lebih pasrah. Lebih berserah. Bahwa, aku memahami bahwa aku tidak benar-benar tahu yang terbaik untuk diriku sendiri.

Aku hanya bisa mengusahakan yang terbaik. Tapi tidak tahu tentang yang terbaik.

Mewujudkanmu kali ini menjadi lebih berserah. Berserah tentang definisi kamu yang kini aku tidak tahu. Tentang kamu yang tidak pernah aku sangka. Kamu yang tidak pernah aku kira.

Kukira, demikian yang akan terjadi. Hari ini, aku akan menenggelamkan diri dalam tujuanku. Karena aku masih percaya, tujuan yang sama akan mempertemukan orang-orang dalam perjalanan. Tentu, bila yang dimaksud dengan “kamu”, sedang menuju tujuan yang sama, kita akan bertemu. Itu keniscayaan..

–sc–

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: