Thoughts

LIFE IS A PRODUCT OF CHOICES AND CONSEQUENCES

Menurut gue, ilmu Analytic Hierarchy Process (AHP) ga berlaku buat menentukan arah kehidupan seseorang. NO ! Lo ga butuh perhitungan buat masa depan lo. Tapi lo butuh kekuatan untuk menerima segala konsekuensi dari setiap pilihan yang lo pilih dalam hidup.

Tapi nyatanya, sifat manusia ga se-simple itu. Ketika gue milih buat studi master, ternyata gue masih iri dengan temen yang punya pekerjaan tetap, punya gaji tetap, dan bisa ngasi sesuatu buat orang tuanya. Nyatanya gue mengubur semua pencapaian gue. Fakta bahwa gue bakalan menyandang gelar master, padahal mereka (yang bekerja) belum tentu bisa punya gelar master kaya gue. Fakta bahwa gue terlibat dalam sebuah proyek pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW – program pemerintah, yang mungkin jika gue ga resign, gue ga bakal dapet kesempatan itu. Fakta bahwa gue dikasih beasiswa lagi sama institut. Fakta bahwa nilai TOEFL gue naik sampe di atas 500. Fakta bahwa gue bisa ngincer beasiswa S3 impian gue. Ah ya. Gue melupakan itu. Kalo gue ga nulis beginian, gue bakalan galau seharian deh mikirin “enaknya punya penghasilan tetap”. Wkwk.

Waktu itu gue pernah telepon seseorang, dan dia bilang, “Yah gapapa. Manusia ga mungkin lurus terus. Pasti belok sekali-kali. Yang penting sekarang lo udah ngerti.

Gue juga mengubur fakta bahwa, mungkin mereka yang bekerja, bahkan ga punya waktu untuk hal lain. Berangkat pagi pulang malem. Harusnya gue inget itu. Saat gue kerja dulu, materi emang berlimpah. Bisa traktir temen gue, bisa ngajak ortu jalan-jalan, bisa kasih sangu buat adek-adek gue, dll. Gue juga dapet gengsi karena bahkan direktur dan CEO perusahaan besar sangat menghormati gue karena posisi gue sebagai wartawan bisnis. Ya, gue mungkin rindu masa-masa itu.

Tapi seketika gue inget, posisi gue sekarang adalah posisi yang gue idam-idamkan saat gue masih kerja. Yah gue harus inget itu.

Semoga gue selalu inget kata-kata ini :

Jangan terlalu memegang erat kesalahan / kejayaan di masa lalu dan terobsesi pada masa depan yang belum tiba. Satu-satuta yang bisa kita kendalikan adalah SAAT INI.” – Cho Jung Hwa (penulis favorit gue)

devlabeauty.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: