My Diary & Experiences

Dear Malam,

Dear malam,

Hari ini sepertinya gelapmu masih terlalu ambigu untuk menemaniku menulis puisi yang penuh kata kiasan dan makna tersirat. Atau mungkin aku yang terlalu lelah menyembunyikan perasaan lewat rentetan puisi yang selama ini memenuhi blog ku. Entahlah. Yang jelas, hari ini aku ingin bercakap denganmu tanpa kiasan.

Sudah begitu banyak hari yang kulalui bersamamu. Kadang aku malu, karena engkaulah yang selama ini melihatku tertawa bahagia hingga menangis sesenggukan saat bercengkrama dengan Allah. Dan hari ini aku menyadari, aku sedang berada di ujung jalan perbatasan kehidupan. Di mana aku harus membuat “persiapan” untuk sebuah “pilihan hidup”.

Aku berada dalam posisi dengan tanggung jawab “besar”, untuk orang-orang yang aku sayangi. Dan aku masih sampai di titik ini ? Rasanya aku malu untuk menoleh kepada mereka dan berkata, “aku siap bertanggung jawab atas kalian”. Ah rasanya terlalu sinis perkataanku ini. Semuanya masih serba samar. Serba mengambang.

Dear malam,

Aku merasa, hijrah yang aku lakukan selama ini masih dalam tahap untuk diri sendiri. Ya, mereka belum merasakannya. Bahkan aku masih terlalu malas untuk menyentuh mereka yang sebenarnya menjadi dalang tak terlihat dalam hijrah kehidupanku. Kalau boleh dikata, bunuh saja aku yang tak berguna ini.

Mama, alm. papa, ayah, kakek, tante, dan mbok. Tiga tahun meninggalkan mereka, tapi tetap saja begini. Masih belum cukup mengganti perjuangan mereka mengirimku ke kota perantauan, Surabaya.

Dear malam,

Tiga bulan ke depan adalah masa perjuanganku. Masa kritisku, untuk bisa membuktikan pada mereka bahwa perjuangan mereka tidak akan sia-sia. Perjuangan mereka menahan rindu padaku tidak akan sia-sia. Perjuangan mereka menahan kesenangan hidup untuk kesenangan hidupku tidak akan sia-sia.

Dear malam,

Tolong tetap temani aku di masa kritisku. Jadilah teman terhening yang selalu diam di saat aku menangis dan tertawa. Yang jelas, aku ingin berjuang lebih dari sebelumnya. Semoga Allah selalu mengirim cinta-Nya lewat pelukan hangatmu yang hening.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: