My Diary & Experiences

A Blend of Art, Science, and Culture Sebagai Tolak Ukur Keberhasilan Suatu Bangsa

Budaya , identik dengan kharateristik suatu daerah. Setiap daerah dan komunitas pasti memiliki kebudayaan, yaitu ciri khas untuk membedakan antara daerah satu dengan yang lainnya. Ciri khas itu bermacam-macam. Bukan hanya tentang cara berpakaian, cara bersikap, tetapi juga hasil dari seni itu sendiri. Hasil dari seni itu sendiri bukan hanya kerajinan tangan. Salah satunya adalah teknologi.

Telah kita ketahui sebelumnya, hasil teknologi dari setiap daerah itu berbeda. Tergantung dengan budaya dari daerah yang mereka anut. Kita ambil contoh, negara Jepang. Jepang memiliki budaya yang disiplin dan tidak pantang menyerah. Hal ini biasanya diturunkan dari nenek moyang mereka. Sehingga untuk membuat sesuatu dengan teknologi yang tinggi, mereka tidak mudah menyerah. Berbagai eksperimen mereka gunakan untuk mempermudah tujuan mereka. Itulah sebabnya, Jepang termasuk negara yang memiliki teknologi yang maju. Selain budaya, seni juga mempengaruhi terciptanya suatu teknologi, karena teknologi tidak hanya tercipta dari ilmu pengetahuan yang memadai. Di sini kita bisa menganalogikan hasil teknologi yang terbuat dari Jepang dan Cina. Barang barang buatan Cina, biasanya memiliki nilai seni tinggi karena bentuknya yang beragam, namun tidak dengan teknologinya. Barang – barang buatan Jepang, masih jauh lebih canggih dari buatan Cina, namun cenderung lebih monoton. Itulah yang menyebabkan budaya, seni dan ilmu pengetahuan saling berpengaruh satu sama lain (A blend of arts, science, and culture). Lalu mengapa budaya juga berpengaruh ? Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, seni dipengaruhi oleh budaya. Karena pada dasarnya , seni adalah pengaplikasian suatu budaya. Dengan adanya budaya, timbul kebiasaan-kebiasaan yang berbeda di setiap daerah. Faktor yang mempengaruhi bisa karena lingkungan, ataupun keturunan. Kebiasaan – kebiasaan ini mendorong seseorang untuk menghasilkan sesuatu. Itulah seni. Dengan bantuan ilmu, seorang manusia bisa menciptakan sesuatu dengan melibatkan seni sebagai aplikasi atau ekspresi dari diri kita. Keindahan dari hasil seni yang kita buat, bergantung pada kepribadian dari masing-masing individu yang bersangkutan. Nah, kepribadian ini dibentuk oleh kebiasaan-kebiasaan yang diajarkan oleh lingkungan di mana tempat ia tinggal. Itulah mengapa budaya mempengaruhi kepribadian, kepribadian membentuk seni, dan dengan ilmu pengetahuan yang kita dapat, kita dapat mengaplikasikannya dalam bentuk KARYA.

Karya – karya inilah yang akhirnya dapat kita kembangkan menjadi sebuah misi dalam mewujudkan sebuah perubahan besar dalam suatu bangsa. Ketika suatu bangsa dapat mempertahankan kebudayaan yang sudah ditanamkan oleh nenek moyang mereka, mereka pasti akan mampu mengembangkan beberapa ilmu pengetahuan yang mereka dapatkan , karena dengan kebudayaan itu, mereka lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan yang memang diciptakan khusus untuk bangsa tersebut. Dengan kemudahan beradaptasi ini, mereka menjadi lebih mudah dalam mengungkapkan sebuah rasa yang berasal dari kepribadian mereka untuk dituangkan menjadi sebuah karya besar, yang mungkin bisa memiliki pengaruh besar bukan hanya di lingkup bangsa tersebut, tetapi juga bangsa-bangsa lain di yang berada di sekitar mereka. Dan ketika bangsa tersebut dapat menjadi pengaruh besar bagi bangsa lain, maka bangsa itu dapat dikatakan bangsa yang BERHASIL.

Dari analogi di atas, kita bisa menyimpulkan, bahwa dengan seni, ilmu pengetahuan , dan juga kebudayaan, kita bisa mengembangkan dan meningkatkan potensi bangsa Indonesia menjadi lebih baik sehingga tujuan yang telah ditentukan pada saat hari proklamasi dapat diwujudkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: